galleryNesia.

berani baca.berani tahu


Kuliner Senja Kota Malang, Apa Saja

“Image credits: Respective owners/Internet. Several images in this post are sourced from the internet. All rights belong to their respective original owners © All rights remain with the original creators. No copyright infringement intended.”

Ngalam, red. Kalau kamu sedang berkunjung ke Malang, cobalah menikmati senja dengan kuliner khasnya. Bayangkan saja suasana dingin, tenang, dan nyaman, dengan langit oranye, ditambah aroma bakso bakar, dan secangkir ronde jahe yang mengepul.

Senja di Malang, Perpaduan Rasa dan Suasana

Kuliner senja di Malang bukan hanya soal makanan, tetapi juga suasana. Dari bakso hangat hingga ronde jahe, dari jagung bakar hingga kopi di kafe, semuanya berpadu dengan udara sejuk dan langit jingga khas Malang. Inilah yang membuat senja di Malang selalu istimewa: sederhana, hangat, dan penuh rasa.

Bakso Malang, Ikon Tak Pernah Lekang
Tak lengkap rasanya membicarakan kuliner Malang tanpa menyebut bakso Malang. Kuah hangat dengan pentol kenyal, tahu goreng, siomay kukus, dan pangsit kering menjadi sajian favorit di sore hari. Berbeda dari bakso di daerah lain pada umumnya, bakso Malang hadir dengan isian beragam seperti bakso halus, bakso urat, tahu, siomay goreng, hingga pangsit, serta kulit, dan jeroan sapi. Disajikan dengan kuah kaldu yang gurih khas Malang, makanan ini mudah ditemukan hampir di setiap sudut kota, dari gerobak keliling sampai kedai yang sudah berdiri puluhan tahun

gambar. 1 Bakso Malang
Opini-unisma

foto : Opini-unisma
https://opini.unisma.ac.id/jelajahi-kelezatan-kuliner-bakso-malang/

Angsle dan Ronde, Hangat di Udara Sejuk
Ketika udara mulai dingin, warga Malang sering mencari angsle atau ronde. Angsle adalah minuman hangat berisi kacang hijau, roti tawar, dan santan manis, sementara ronde menawarkan sensasi jahe pedas dengan bola-bola ketan berisi kacang. Keduanya menjadi pilihan tepat untuk menghangatkan tubuh di senja yang sejuk.

Puthu Lanang, Legenda Malang
Salah satu kuliner senja yang legendaris adalah Puthu Lanang, jajanan tradisional berupa kue puthu dengan taburan kelapa dan gula merah. Lokasinya di Jalan Jaksa Agung Suprapto selalu ramai pengunjung, terutama menjelang malam. Rasanya manis, lembut, dan penuh nostalgia.

Kopi dan Nongkrong di Kafe
Malang juga terkenal dengan banyaknya kafe terutama di kawasan Malang Heritage Kayutangan yang nyaman untuk menikmati senja. Dari kopi tubruk tradisional hingga cappuccino modern, semua bisa ditemukan. Nongkrong sambil menyeruput kopi di udara sejuk Malang adalah cara sederhana namun menyenangkan untuk menutup hari.

Jagung Bakar dan Camilan Pinggir Jalan
Di daerah Pulosari, penjual jagung bakar mulai menyalakan arang saat senja tiba. Aroma manis pedas dari olesan bumbu membuat jajanan ini jadi favorit anak muda. Selain jagung, ada juga pisang goreng, tahu petis, dan berbagai gorengan yang selalu laris manis.

Orem-orem
Ada Orem-orem, yang berisi irisan tempe dan ayam dengan kuah santan ringan, sering dijumpai di warung tradisional dan jadi comfort food bagi banyak warga lokal.

Rawon
Kuah hitam pekat dari kluwek berpadu dengan potongan daging sapi yang empuk menjadikan rawon sebagai menu favorit untuk sarapan maupun makan siang. Biasanya disajikan bersama nasi hangat, tauge pendek, sambal, kerupuk, lauk seperti tempe tahu serta jeroan sapi, membuat rawon Malang punya cita rasa khas yang sedikit berbeda dengan daerah lain.

Kuliner senja di Malang, perpaduan kuliner tradisional dan modern inilah yang membuat senja Malang selalu menarik untuk dijelajahi, Masih banyak tempat yang belum tersebut disini. Banyak kuliner legendaris yang baru buka ketika malam tiba hingga dini hari.

-satu suapan demi satu cerita-


.Diolah dari berbagai sumber | Adapted and reworked from different sources ☑️

Tags