Vrijmetselarij – Jejak Freemason di Malang Bagian 1

.dari meja redaksi_________________ .dari meja redaksi

Menelusuri Jejak-jejak Freemason di Malang (Vrijmetselarij)

Bagian 1.

Malang,blog. Jejak organisasi rahasia Freemason (atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda) di Kota Malang dapat ditemukan melalui beberapa bangunan bersejarah dan simbol yang masih tersisa

Bangunan-bangunan ini dulu digunakan untuk pertemuan komunitas elit Eropa dan priyayi Jawa sebelum dibubarkan tahun 1960-an. 

Jejak Fisik dan Lokasi >

Beberapa bangunan lawas masih menandakan pernah ada sebuah komunitas yang besar di Malang. Berikut adalah beberapa bangunan dan simbol yang masih berdiri :

Mason 52 (Jl. Aris Munandar No. 52): Bangunan ini merupakan loji Freemason pertama di Malang yang didirikan sekitar tahun 1901 dan diresmikan pada 1914.

Dahulu dikenal sebagai Loge Clujen Kidul, gedung ini kini telah dialihfungsikan menjadi sebuah tea house bernama Mason 52.

Konon bangunan ini mulai dibangun tahun 1913 selanjutnya resmi dipergunakan pada 11 April 1914. Bangunan mason 52 dibangun oleh tarekat mason setelah tanahnya dibeli dari seseorang yang berkuasa saat itu. Freemason sendiri yang masuk ke kota Malang pada tahun 1901, namun sebenarnya sudah ada jejak pengikut mason sejak 1860an. Yaitu ketika daerah Malang menjadi perkebunan kopi, tebu dan karet. Sebagai perkumpulan yang banyak diikuti oleh orang-orang kaya, terpandang di sosial masyarakat dan berpendidikan tinggi. Tarekot Mason Malang membeli lahan di daerah Temenggoengan untuk aktifitas sosial terutama adalah aktifitas pendidikan.

Termasuk membangun perpustakaan kota dengan koleksi terlengkap di masa itu. Perpustakaan tersebut didirikan di lantai 1 bangunan Mason 52 yang saat itu dikenal dengan Lodegebouw. Terdapat koleksi buku-buku militer yang sangat komplit. Selain perpustakaan dan ruang baca juga ada Frobeleschool dan Neutrale school (yaitu sekolah yang tidak berafiliasi pada agama tertentu). Keberadaan Froebelschool dan Neutrale school merupakan hasil dari “divisi pendidikan” kelompok freemasonry. Montesoryschool, setara frobelschool semacam PAUD atau TK dengan metoda pendidikan khusus. Sedikit berbeda dengan silabus pendidikan Hindia Belanda saat itu. Didirikan pula Neutrale Onderwijs milik komunitas Feemasonry, termasuk sekolah kartini School di daerah bareng klodjen.

Saat Marconnike Lodge di jalan Cerme sudah dibangun, selanjutnya gedung Mason 52 ini di pakai jadi kantor Steuncommitee. Yaitu sebuah organisasi yang berikan dukungan sosial bagi para pengangguran, semacam jaminan sosial untuk hidup. Kemudian pada era sebelum masuknya pendudukan Jepang di Malang yaitu sekitar tahun 1932-1935, bangunan Lodge ini sempat dipergunakan sebagai kantor salah satu partai Lokal bentukan Belanda. Partai yang dimaksud yaitu NSB (Nationaal-Socialistische Beweging). Sebuah partai yang berideologi Fasis (Nazisme) beraliran Ultra Nasionalisme.

Saat Marconnike Lodge di jalan Cerme sudah dibangun, selanjutnya gedung Mason 52 ini di pakai jadi kantor Steuncommitee. Yaitu sebuah organisasi yang berikan dukungan sosial bagi para pengangguran, semacam jaminan sosial untuk hidup. Kemudian pada era sebelum masuknya pendudukan Jepang di Malang yaitu sekitar tahun 1932-1935, bangunan Lodge ini sempat dipergunakan sebagai kantor salah satu partai Lokal bentukan Belanda. Partai yang dimaksud yaitu NSB (Nationaal-Socialistische Beweging). Sebuah partai yang berideologi Fasis (Nazisme) beraliran Ultra Nasionalisme.

~Arsitektur yang Khas

Bangunan mason 52 ini adalah bangunan bercirikan arsitektur new indies dengan art deco yang kental. Memiliki dua lantai dengan model balkon kecil dilantai dua yang menghadap ke jalan Aris Munandar. Awal dibangunnya bangunan ini memiliki lahan yang cukup luas di sebelah baratnya. Bagian tengah sebagai pintu bangunan, awalnya memiliki tangga yang langsung menuju lantai dua, hampir sama dengan model tangga di bangunan Balaikota Malang. Entah mengapa tangga tersebut telah dibongkar namun masih tampak jelas bekas tangga menuju lantai 2 yang indah. Railing anak tangganya pun terlihat kokoh terbuat dari besi cor solid dengan ornamen yang indah. Pada lantai 1 disisi timur bangunan ini dibangun perpustakaan yang memiliki koleksi buku paling lengkap pada jamannya. Sedangkan di lantai 2, kita bisa menikmati balkon dan ruang pertemuan yang biasa dipakai ritual Freemason yang bercirikan lantai warna hitam dan putih. Saat ini lantai hitam dan putih masih ditemui dilantai 2 bangunan.

~Cerita urban mistis

Ada yang menarik di samping bangunan Mason 52, masyarakat sekitar menyebut gang atau jalan kecil menuju sebagai gang Setan. Mengapa hal ini terjadi?? Ada beberapa penyebabnya, kuat dugaan ini berawal dari masyarakat sekitar yang pada era kolonial sering melihat aktifitas ritual tarekat freemason di bangunan lodji tersebut. Ritual ini sering dilakukan pada malam hari dan menggunakan banyak lilin ataupun perlengkapan ritual lain yang dinilai masyarakat sebagai ketidakwajaran. Sehingga sering kali disebut juga bangunan ini sebagai omah setan. Namun ada yang menarik dari pengakuan sekitar juga menyebut bangunan ini sebagai kamar setan, dimana salah satu kamarnya sering dipakai ritual tertentu. Dari cerita salah seorang tokoh Temenggungan menyatakan saat kecil dia sering melihat sesosok wanita nonik belanda yang berada di lantai 2 dan berkelebat menuju bangunan lainnya.


diambil dari berbagai macam sumber ☑️