Hotel Niagara Malang, Keindahan yang Abadi.
Malang, Red. Hotel Niagara adalah sebuah hotel bintang 1 bertingkat 5 yang terletak di daerah Lawang, Kabupaten Malang tepatnya di Jl. Dr. Sutomo No.63, Krajan, Turirejo, Kec. Lawang, Kabupaten Malang.
Bangunan megah ini awalnya merupakan vila keluarga milik pengusaha berdarah Tionghoa bernama Liem Sian Joe. Dibangun sekitar akhir tahun 1800 an, kemudian beralih fungsi menjadi Hotel Keluarga/Vila Keluarga pada sekitar tahun 1890 an dikenal sebagai Hotel Lawang, karena pada saat itu Lawang dikenal sebagai sebuah tempat peristirahatan terkenal selain karena udaranya yang sejuk juga karena pemandangan alam sekitarnya yang begitu indah dan hijau, karenanya pada zaman itu banyak berdiri villa-villa di sekitar kota Lawang.
Dirancang oleh arsitek Brasil, Fritz Joseph Pinedo, gedung lima lantai ini menampilkan perpaduan unik gaya arsitektur kolonial, Tiongkok, dan Victoria.
Liem Sian Joe dan keluarga hanya menempatinya sampai tahun 1920-an saja, karena dia meninggalkan Indonesia dan menetap di Negara Belanda.

Setelah ditinggal oleh pemiliknya, vila keluarga ini mulai jarang digunakan dan kurang terawat selama bertahun-tahun, hingga akhirnya pada tahun 1960, salah seorang ahli waris keluarga Liem Sian Joe menjualnya kepada seorang pengusaha yang berasal dari Surabaya bernama Ong Kie Tjai (wikipedia, Imam Santoso)
Hooge Huis/Rumah Tinggi ~
Hotel Niagara dulunya juga dikenal sebagai “Rumah Tinggi” / “Hooge Huis” dalam bahasa Belanda, karena terinspirasi oleh gedung pencakar langit. Banyak warga kaya Surabaya membangun villa di Lawang pada awal abad ke-20. Lawang menjadi magnet bagi pendatang karena lebih sejuk dan tenang dibandingkan kota Malang sendiri. Setiap vila dibangun lebih mewah dan besar dari yang lain. Bangunan ini kokoh berdiri setinggi 35 meter. Segera setelah dibangun, rumah ini sudah menjadi legenda, dan banyak cerita dan rumor beredar dengan cepat.
Disebutkan juga di sebuah artikel yang di keluarkan oleh https://www.indonesiatour.nl/niagara-hotel-het-hooge-huis/ , Liem Sian Joe, sang penggagas, dalam sebuah cerita pernah berkunjung ke Amerika Serikat dalam kaitannya dengan bisnis perdagangan kayu dan sangat terkesan dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang di sana. Ia merasa terpesona saat naik turun lift di gedung-gedung pencakar langit yang baru dibangun tersebut dan memutuskan bahwa ia ingin tinggal di gedung tinggi yang dilengkapi lift. Di jaman Hindia Belanda, hampir tidak ada gedung tinggi dan sama sekali tidak ada gedung dengan lift. Dengan “Hooge Huis/Rumah Tinggi”, Liem Sian Joe membangun rumah impiannya dan mewujudkan gedung pertama di Hindia Belanda yang dilengkapi dengan lift. Gedung ini dilengkapi dengan lift kayu buatan ASEA asal Swedia tahun 1900.
Angker ~
Berbagai cerita mistis dan rumor yang beredar tentang hotel ini adalah hotel ini menjadi salah satu tempat paling angker di Malang. Kesan angker memang sangat terlihat, terutama saat malam hari. Di satu sisi Hotel Niagara tampak cantik sekaligus gagah. Tapi disisi lain, kesan gelap dan angker memang terlihat Beberapa tamu memang mengatakan “ada” yang diganggu oleh “penunggu” nya.
Banyak cerita berkembang mulai dari suara-suara musik klasik dan keriuhan seperti sedang pesta dansa, gadis-gadis berpakaian ala Victoria berjalan-jalan di sekitar gedung sampai gejala Poltergeist (istilah dalam dunia paranormal untuk suatu benda yang melayang namun tidak diketahui darimana kekuatannya yang biasanya dianggap sebagai ulah hantu).
Arsitektural ~
Berada di Hotel Niagara, seperti berada dalam mesin waktu. Memori, kenangan, dan keindahan arsitektural masa lalu sangat terasa.
Ong Kie Tjai, merenovasi dan merubah menjadi Hotel Niagara, untuk kemudian difungsikan penuh menjadi Hotel Bintang 1 pada tahun 1964.

Gaya Arsitektur yang Unik.
Mempertahankan keindahan arsitektural asli, tampak sekali arsitektur gaya klasik Eropa pada bangunan ini. Perpaduan gaya arsitektur Art Deco dan Art Nouveau, dapat dilihat dari penggunaan batu bata yang mencolok serta ornamen bercorak ekspresionisme yang khas.
Interiornya didominasi oleh ornamen kayu dan marmer.
Lift Kayu

Mesin lift Hotel Niagara saat ini sudah tak difungsikan lagi. Berdasarkan penjelasan staf hotel, sejak 1990-an, lift tidak dioperasikan lagi karena membutuhkan daya listrik yang sangat besar untuk menjalankannya. Lift ini dibuat perusahaan ASEA dari Swedia yang berdiri sekitar tahun 1880-an.
Beberapa hal yang unik lain di Hotel Niagara adalah:
> Lantai Keramik Asli, Keramik di lobi hotel diklaim masih asli sejak awal berdirinya hotel, dengan motif geometris yang unik.

foto: Satya Winnie
> Tangga Keramik Bermotif Karpet, Tangga hotel yang sekilas tampak seperti karpet mewah ini ternyata terbuat dari keramik, menjadi ciri khas Hotel Niagara.
> Pemandangan Alam 360⁰ dari Rooftop, Hotel Niagara menawarkan view panorama Lawang dan Gunung Arjuna yang indah dari atap Hotel, dan memberikan sentuhan alam di tengah suasana klasik. Kita juga dapat menikmati view Gunung Arjuna dari teras kamar.


_________________