Menelusuri Jejak-jejak Freemason di Malang (Vrijmetselarij)
Bagian 2.
Malang,blog. Jejak organisasi rahasia Freemason (atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda) di Kota Malang dapat ditemukan melalui beberapa bangunan bersejarah dan simbol yang masih tersisa.
Jejak Fisik dan Lokasi >

The Shalimar Boutique Hotel (Jl. Cerme No. 16): Dibangun pada tahun 1930, gedung ini awalnya adalah markas besar bernama Maconical Lodge No. 89.
Jejak arsitekturnya masih terlihat pada penggunaan lantai keramik papan catur hitam-putih di beberapa ruangan dan restoran hotel. Sebelum menjadi hotel, gedung ini sempat digunakan sebagai kantor RRI Malang.
Sejarah sebagai Markas Freemason~
Nama Awal pada masa kolonial, gedung ini bernama Macconieke Lodge (Loji Freemason) atau dikenal juga dengan nama Loge Nummer 89.
Fungsi Loge/Loji digunakan sebagai lokasi pertemuan eksklusif anggota Freemason di Malang yang saat itu banyak diisi oleh elit Belanda serta beberapa bangsawan pribumi.
Bukti Sejarah: Jejak keterkaitan ini masih tersimpan dalam bentuk foto dokumenter di lobi hotel yang memperlihatkan logo Freemason (huruf G diapit jangka dan penggaris siku) yang dulunya terpasang di bagian depan gedung.
Arsitektural~
Gaya Arsitektur bangunan ini didesain dengan gaya Nieuwe Bouwen (modernis Belanda) yang menonjolkan garis-garis bersih dan fungsionalitas. Gedung ini dibangun oleh arsitek Belanda, Ir. Th. N. Muller, mulai 1 April 1933 dan selesai pada 1940.
Arsitekturnya tetap dipertahankan hingga kini, mencakup lantai ubin hitam-putih yang khas dan langit-langit tinggi untuk sirkulasi udara optimal. Meskipun fungsinya telah berubah menjadi hotel bintang 5, pengelola tetap menonjolkan konsep heritage yang menggabungkan budaya Belanda dan Jawa.


_________________