Menelusuri Jejak-jejak Freemason di Malang (Vrijmetselarij).
Bagian 3.
Malang, Red. Jejak organisasi rahasia Freemason (atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda) di Kota Malang dapat ditemukan melalui beberapa bangunan bersejarah dan simbol yang masih tersisa.

TPU Sukun Malang, yang juga dikenal sebagai Koeboeran Londo, menyimpan jejak sejarah organisasi Freemason di masa kolonial Hindia Belanda.
Berikut fakta-fakta terkait keberadaan makam tersebut:
Identifikasi Makam: Anggota Freemason di pemakaman ini dapat dikenali melalui simbol-simbol khas seperti jangka dan penggaris siku yang terukir pada batu nisan mereka.
Status Sosial: Pemakaman ini dulunya diperuntukkan bagi warga Eropa dengan strata sosial tinggi di Malang, termasuk para anggota loji-loji Freemason yang aktif pada masa itu.
Tokoh Terkait: Salah satu tokoh yang dimakamkan di sini adalah Johannes Emde, seorang tokoh pengabar Injil terkemuka yang sering dikaitkan dengan penelusuran sejarah jejak kolonial dan Freemason di Malang.
Wisata Sejarah: Karena nilai historisnya yang unik, Pemerintah Kota Malang berencana menjadikan TPU Sukun sebagai museum terbuka untuk mengedukasi masyarakat mengenai sejarah kolonial, termasuk keberadaan makam-makam tokoh penting dan anggota Freemason.
~Karakteristik Arsitektur~
Makam Belanda Sukun (Koeboeran Londo) di Malang, dibangun sekitar tahun 1920-an pada masa Bouwplan III, menampilkan arsitektur kolonial yang kokoh dan artistik. Kompleks ini didesain oleh arsitek Belanda, Herman Thomas Karsten, dengan fitur ikonik seperti gerbang bergaya Eropa, cungkup, pilar, dan patung malaikat, menjadikannya cagar budaya yang bernilai sejarah dan artistik.
- Gerbang Utama: Bangunan gerbang bergaya kolonial, kokoh, dan telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan SK Walikota Malang tahun 2021.
- Gaya Bangunan (Style): Menampilkan perpaduan gaya artistik Eropa, dengan penggunaan material berkualitas tinggi yang masih terawat hingga saat ini.
- Komponen Makam: Terdapat jirat (nisan), prasasti, dan patung-patung (seringkali patung malaikat) yang menjadi ciri khas makam Belanda (kerkhof).
- Tata Letak: Ditata secara terstruktur, layaknya perumahan/kawasan permukiman Belanda, mencerminkan gaya perencanaan tata kota kolonial.
- Desain Historis: Memiliki nuansa eksotis dan historis, yang juga dikenal sebagai “Bong Londo” oleh masyarakat setempa
Makam ini menjadi bukti sejarah kolonial Belanda di Malang dan kini berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah.


_________________