galleryNesia.

berani baca.berani tahu

Antara Korupsi, Budaya, Dan KPK

“Image credits: Respective owners/Internet. Several images in this post are sourced from the internet. All rights belong to their respective original owners © All rights remain with the original creators. No copyright infringement intended.”

.catatan kecil redaksi

Korupsi & Budaya turun temurun

Gallerynesia, Red. Korupsi di Indonesia ibarat penyakit kronis yang sudah lama bercokol, tapi anehnya selalu diperlakukan seperti flu musiman. Setiap kali ada kasus besar, publik ribut, media heboh, pejabat berjanji akan “memberantas sampai ke akar-akarnya.” Namun, akar yang dimaksud rupanya bukan di tanah, melainkan di pot bunga yang bisa dipindah-pindah sesuka hati. Hasilnya, janji tinggal janji, sementara praktiknya tetap lestari, bahkan makin subur.

Para koruptor di negeri ini sering tampil unik, bak pahlawan kesiangan. Mereka yang tertangkap, tersenyum di depan kamera, tanpa rasa bersalah, tanpa rasa malu dengan mengenakan seragam “kebesaran” berwarna oranye KPK.
Mereka adalah yang dulu berbicara tentang “pengabdian pada rakyat.” Ironisnya, pengabdian itu lebih sering berupa pengabdian pada rekening pribadi. Rakyat hanya kebagian slogan, sementara mereka kebagian proyek, fasilitas, dan tentu saja amplop tebal. Dan lucunya, seolah-olah mencuri uang negara adalah bagian dari job description.

jokes gus dur_korupsi
gambar: LiterasiKata, kata Gus Dur tentang Korupsi

KPK oh KPK …

KPK dan leluconnya
baca: lelucon KPK oleh Hasanudin Abdurakhman.

Ada humor tentang KPK yang populer:

1. Korupsi Doa
Gus Dur pernah bergurau kepada seseorang, “Ingat ya, kalau berdoa jangan dikorupsi. Masa doa rabbana taqabbal minna-nya diucapkan, tapi wa tub ‘alaina-nya tidak ada.” (islami.co)

2. Tebak-tebakan KPK
Tanya: Apa bedanya maling sandal dan koruptor?
Jawab: Kalau maling sandal dipukuli warga sampai bonyok di tempat. Kalau koruptor? Masuk TV sambil senyum-senyum melambaikan tangan, lalu menginap di hotel prodeo KPK! (ngopibareng.id)

3. Tafsir Singkatan
Di tongkrongan, singkatan KPK sering diplesetkan dari “Komisi Pemberantasan Korupsi” menjadi “Komisi Penjemput Koruptor” karena kepiawaian mereka melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). (ngopibareng.id)

Yang lebih menggelikan, dibandingkan dengan maling ayam yang jauh lebih “mengerikan” hukumannya, hukuman bagi koruptor sering terasa seperti liburan panjang. Penjara berubah jadi hotel dengan fasilitas khusus, remisi datang lebih cepat daripada gaji pegawai, dan beberapa bahkan masih bisa berbisnis dari balik jeruji.

Publik pun bertanya-tanya: apakah penjara di Indonesia memang dirancang sebagai coworking space bagi para koruptor 🤣?

Pada akhirnya, korupsi di Indonesia bukan sekadar kejahatan, melainkan budaya yang diwariskan turun-temurun. Ia seperti warisan keluarga: dari bapak ke anak, dari pejabat ke kroni, dari proyek ke proyek. Dan selama rakyat hanya diberi tontonan drama penangkapan tanpa babak akhir yang tegas, korupsi akan terus menjadi komedi gelap yang dipentaskan di panggung politik negeri ini…

wiki : Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Oalah cok.. diamput … 😁


Baca juga dari redaksi